Jumat, 14 Desember 2018

MANUSIA, IPTEKS DALAM PRESPEKTIF AGAMA DAN MEDIS

Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni (IPTEKS) tentu sudah tidak asing karena akhir-akhir ini dalam keseharian kita senantiasa mendengar, membaca, dan melihat berbagai masalah di media, baik media cetak maupun media elektronik banyak membicarakan tentang IPTEKS. Pada dasarnya kita hidup di dunia ini tidak lain untuk beribadah kepada Allah SWT. Ada banyak cara untuk beribadah kepada Allah SWT seperti sholat, puasa, dan menuntut ilmu.


Peran Islam dalam perkembangan iptek pada dasarnya ada 2 (dua). Pertama, menjadikan Aqidah Islam sebagai paradigma ilmu pengetahuan. Paradigma inilah yang seharusnya dimiliki umat Islam, bukan paradigma sekuler seperti yang ada sekarang.

Paradigma Islam ini menyatakan bahwa Aqidah Islam wajib dijadikan landasan pemikiran (qa’idah fikriyah) bagi seluruh ilmu pengetahuan. Ini bukan berarti menjadi Aqidah Islam sebagai sumber segala macam ilmu pengetahuan, melainkan menjadi standar bagi segala ilmu pengetahuan. Maka ilmu pengetahuan yang sesuai dengan Aqidah Islam dapat diterima dan diamalkan, sedang yang bertentangan dengannya, wajib ditolak dan tidak boleh diamalkan. Kedua, menjadikan Syariah Islam (yang lahir dari Aqidah Islam) sebagai standar bagi pemanfaatan iptek dalam kehidupan sehari-hari. Standar atau kriteria inilah yang seharusnya yang digunakan umat Islam, bukan standar manfaat (pragmatisme/utilitarianisme) seperti yang ada sekarang. Standar syariah ini mengatur, bahwa boleh tidaknya pemanfaatan iptek, didasarkan pada ketentuan halal-haram (hukum-hukum syariah Islam). Umat Islam boleh memanfaatkan iptek jika telah dihalalkan oleh Syariah Islam. Sebaliknya jika suatu aspek iptek dan telah diharamkan oleh Syariah, maka tidak boleh umat Islam memanfaatkannya, walau pun ia menghasilkan manfaat sesaat untuk memenuhi kebutuhan manusia.

 Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan dua sosok yg tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Islam sebagai landasan ilmu pengetahuan. Menurut konsep umum (barat) ilmu adalah pengetahuan manusia mengenai segala sesuatu yang dapat diindra oleh potensi manusia (penglihatan, pendengaran, pengertian, perasaan, dan keyakinan) melalui akal atau proses berpikir (logika). Pengetahuan yang telah dirumuskan secara sistematis merupakan formula yang disebut ilmu pengetahuan (sains). Dalam Al-Qur’an keduanya disebut “ilmu”.Ilmu adalah sumber teknologi yang mampu memberikan kemungkinan munculnya berbagai penemuan rekayasa dan ide-ide.

Teknologi adalah ilmu tentang cara menerapkan sains untuk memanfaatkan bagi kesejahteraan dan kenyamanan manusia. Kalau demikian, mesin atau alat canggih yang dipergunakan manusia bukanlah teknologi, walaupun secara umum alat-alat tersebut sering diasosiasikan sebagai teknologi. Adapun teknologi adalah terapan atau aplikasi dari ilmu yang dapat ditunjukkan dalam hasil nyata yang lebih canggih dan dapat mendorong manusia untuk berkembang lebih maju lagi. Sebagai umat Islam kita harus menyadari bahwa dasar-dasar filosofis untuk mengembangkan ilmu dan teknologi itu bisa dikaji dan digali dalam Alquran sebab kitab suci ini banyak mengupas keterangan-keterangan mengenai ilmu pengetahuan dan teknologi.
Seni adalah keindahan. Ia merupakan ekspresi ruh dan budaya manusia yang mengandung dan mengungkapkan keindahan. Ia lahir dari sisi terdalam manusia didorong oleh kecenderungan seniman kepada yang indah, apapun jenis keindahan itu. Dorongan tersebut merupakan naluri manusia atau fitrah yang dianugerahkan Allah kepada hamba-hamba-Nya

Agama Islam memberikan konsep yang jelas akan keberadaan manusia di muka bumi. keberadaan manusia di muka bumi adalah sebagai khalifah Allah fi al-ardh, atau sebagai wakil Allah di muka bumi. Oleh karena itu, jika Allah swt. merupakan Sang Pencipta seluruh jagad raya seisinya ini, maka sebagai wakil Allah di muka bumi, kita wajib untuk ‘memelihara’, ‘melestarikan’, serta ‘membudayakan’ semua ciptaanAllahtersebut.

Dalam QS. Al-‘alaq (96): 1-5, kita dapat membaca secara tegs bahwa manusia diharuskan iqra’ atau bacalah!. Iqra’ yang tertulis dalam ayat 1 maupun ayat 3 surah tersebut haruslah diartikan dengan lebih luas lagi, yaitu membaca, melihat, observasi, atau meneliti. Dengan demikian, ayat 1 sampai dengan 5 surat Al-‘Alaq di atas adalah perintah kepada semua umat manusia khususnya umat Islam, untuk mencari ilmu pengetahuan.
Setiap manusia diberikan hidayah dari Allah SWT berupa “alat” untuk mencapai dan membuka kebenaran. Hidayah tersebut adalah :
a.   indera, untuk menangkap kebenaran fisik,
b.  naluri, untuk mempertahankan hidup dan kelangsungan hidup manusia secara pribadi maupun sosial
c.   pikiran dan atau kemampuan rasional yang mampu mengembangkan kemampuan tiga jenis pengetahuan akali (pengetahuan biasa, ilmiah dan filsafi). Akal juga merupakan penghantar untuk menuju kebenaran tertinggi
d. imajinasi, daya khayal yang mampu menghasilkan kreativitas dan menyempurnakan pengetahuannya
e.   hati nurani, suatu kemampuan manusia untuk dapat menangkap kebenaran tingkah laku manusia sebagai makhluk yang harus bermoral.

Pandangan Islam tentang seni. Seni merupakan ekspresi keindahan. Dan keindahan menjadi salah satu sifat yang dilekatkan Allah pada penciptaan jagat raya ini. Allah melalui kalamnya di Al-Qur’an mengajak manusia memandang seluruh jagat raya dengan segala keserasian dan keindahannya. .” Nabi bersabda,” Sesungguhnya Allah Maha Indah, menyukai keindahan.(H.R Muslim). Islam sebenarnya menghidupkan rasa keindahan (estetika) dan mendukung kesenian, namun dengan syarat-syarat tertentu, yakni jika kesenian itu membawa perbaikan dan tidak merusak, membangun dan tidak menghancurkan.

Dewasa ini, perkembangan IPTEKS telah berkembang dengan sangat pesat dan telah berdampak ke berbagai bidang kehidupan manusia termasuk juga bidang kesehatan. Perkembangan teknologi tersebut dapat dilihat dari banyaknya perubahan sistem yang digunakan di rumah sakit dari zaman dahulu hingga saat ini. Zaman dahulu sistem yang digunakan dalam bidang kesehatan lebih bersifat manual sedangkan pada saat ini perubahan di dalam bidang kesehatan lewat perpaduannya dengan teknologi telah menciptakan berbagai macam teknik pengobatan terbaru yang dulu tidak pernah terpikirkan sebelumnya. perubahan begitu pesat yaitu dalam hal penggunaan rekam medis. Rekam medis dengan berbasis komputer akan menghimpun berbagai data klinis pasien secara lengkap.

Kemajuan teknologi lainnya yaitu adanya resep elektronik. Jika pada zaman dahulu, penulisan resep secara manual yang lebih memungkinkan adanya keselahan. Pada saat ini, resep elektronik ini diharapkan dapat mengurangi kesalahan pembacaan oleh pihak lain yang mengolah resep tersebut menjadi obat yang diberikan kepada pasien. untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang biasanya terjadi dalam peresepan obat misalnya interaksi obat, cara pemakaian yang salah, atau pencegahan reaksi alergi akibat obat. Selain itu, adanya alat-alat canggih dalam bidang kesehatan yang berfungsi untuk menunjang dalam penanganan pasien seperti mesin USG yang dapat mendeteksi penyakit sejak dini, cangkok jantung, cangkok ginjal dan perkembangan tekonologi lainnya. Teknologi yang semakin berkembang tersebut menuntut realisasi yang berdampak positif terhadap kehidupan manusia khususnya di bidang kesehatan.

Selain memiliki dampak positif, kemajuan teknologi dalam bidang kesehatan juga memiliki dampak negatif. Pengunaan rekam medik secara elektronik berdampak negatif juga berdampak pada pemberian pelayanan kesehatan yang diberikan. Kemudahan yang ada dapat menyebabkan kurangnya dan menurunnya efektifitas kerja dari tenaga kesehatan. Pada awalnya tenaga kesehatan melakukan semuanya dengan cara manual dan saat ini telah digantikan oleh kecanggihan teknologi.

Sedangkan dampak negatif dari penggunaan resep obat secara elektronik yaitu jika Dokter memberikan lebih dari satu jenis obat. Pada saat pasien mengkonsumsi sejumlah obat secara besamaan, maka akan terjadi interaksi antara obat yang satu dengan lainnya dan pastinya bertujuan untuk menyembuhkan. Akan tetapi, ada kemungkinan justru merugikan dan menimbulkan efek samping. Pemberian resep obat lebih dari satu dapat menyebabkan ketiadaan manfaat atau kelebihan dosis yang berdampak buruk. Contohnya pengunaan captopril dan alopurinol secara bersamaan dapat menyebabkan terjadinya Steven Johnson Syndom (pengelupasan lapisan kulit).

Semakin berkembangnya teknologi di bidang kesehatan juga terdapat pengaruh terhadap derajat kesehatan masyarakat. Derajat kesehatan masyarakat semakin terkontrol, dicegah bahkan dapat diatasi. Dalam menyikapi begitu pesatnya perkembangan teknologi di bidang kesehatan seorang perawat juga dituntut untuk ikut serta berperan aktif dalam penggunaan serta kemajuan teknologi di bidang kesehatan. Selain itu, dalam kinerja yang baik dari seorang perawat juga merupakan hal penting karena hal tersebut akan berpengaruh pada pelayanan kesehatan yang akan diberikan pada pasien.

 Selain itu, perawat juga berperan sebagai kolaborator yaitu bekerjasama dengan tim kesehatan lain dan keluarga pasien dalam pelaksanaan asuhan keperawatan guna memenuhi kebutuhan pasien seperti bekerja melalui tim kesehatan lain yang terdiri dari dokter, ahli gizi, farmasi, dan lain-lain.

18 komentar:

  1. Nice kak. Sangat bermanfaat. Lanjutkan! :)

    BalasHapus