MANUSIA, IPTEKS DALAM PRESPEKTIF AGAMA DAN
MEDIS
Ilmu
Pengetahuan, Teknologi, dan Seni (IPTEKS) tentu sudah tidak asing karena
akhir-akhir ini dalam keseharian kita senantiasa mendengar, membaca, dan
melihat berbagai masalah di media, baik media cetak maupun media elektronik
banyak membicarakan tentang IPTEKS. Pada dasarnya kita hidup di dunia ini tidak
lain untuk beribadah kepada Allah SWT. Ada banyak cara untuk beribadah kepada
Allah SWT seperti sholat, puasa, dan menuntut ilmu.
Peran Islam dalam perkembangan iptek pada dasarnya ada 2 (dua). Pertama, menjadikan
Aqidah Islam sebagai paradigma ilmu pengetahuan. Paradigma inilah yang
seharusnya dimiliki umat Islam, bukan paradigma sekuler seperti yang ada
sekarang.
Paradigma
Islam ini menyatakan bahwa Aqidah Islam wajib dijadikan landasan pemikiran (qa’idah
fikriyah) bagi seluruh ilmu pengetahuan. Ini bukan berarti menjadi Aqidah Islam
sebagai sumber segala macam ilmu pengetahuan, melainkan menjadi standar bagi
segala ilmu pengetahuan. Maka ilmu pengetahuan yang sesuai dengan Aqidah Islam
dapat diterima dan diamalkan, sedang yang bertentangan dengannya, wajib ditolak
dan tidak boleh diamalkan. Kedua, menjadikan Syariah Islam (yang lahir dari
Aqidah Islam) sebagai standar bagi pemanfaatan iptek dalam kehidupan
sehari-hari. Standar atau kriteria inilah yang seharusnya yang digunakan umat
Islam, bukan standar manfaat (pragmatisme/utilitarianisme) seperti yang ada
sekarang. Standar syariah ini mengatur, bahwa boleh tidaknya pemanfaatan iptek,
didasarkan pada ketentuan halal-haram (hukum-hukum syariah Islam). Umat Islam
boleh memanfaatkan iptek jika telah dihalalkan oleh Syariah Islam. Sebaliknya
jika suatu aspek iptek dan telah diharamkan oleh Syariah, maka tidak boleh umat
Islam memanfaatkannya, walau pun ia menghasilkan manfaat sesaat untuk memenuhi
kebutuhan manusia.
Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan dua
sosok yg tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Islam sebagai landasan ilmu
pengetahuan. Menurut konsep umum (barat) ilmu adalah pengetahuan manusia
mengenai segala sesuatu yang dapat diindra oleh potensi manusia (penglihatan,
pendengaran, pengertian, perasaan, dan keyakinan) melalui akal atau proses
berpikir (logika). Pengetahuan yang telah dirumuskan secara sistematis
merupakan formula yang disebut ilmu pengetahuan (sains). Dalam Al-Qur’an keduanya
disebut “ilmu”.Ilmu adalah sumber teknologi yang mampu memberikan kemungkinan
munculnya berbagai penemuan rekayasa dan ide-ide.
Teknologi
adalah ilmu tentang cara menerapkan sains untuk memanfaatkan bagi kesejahteraan
dan kenyamanan manusia. Kalau demikian, mesin atau alat canggih yang
dipergunakan manusia bukanlah teknologi, walaupun secara umum alat-alat
tersebut sering diasosiasikan sebagai teknologi. Adapun teknologi adalah
terapan atau aplikasi dari ilmu yang dapat ditunjukkan dalam hasil nyata yang
lebih canggih dan dapat mendorong manusia untuk berkembang lebih maju lagi.
Sebagai umat Islam kita harus menyadari bahwa dasar-dasar filosofis untuk
mengembangkan ilmu dan teknologi itu bisa dikaji dan digali dalam Alquran sebab
kitab suci ini banyak mengupas keterangan-keterangan mengenai ilmu pengetahuan
dan teknologi.
Seni adalah
keindahan. Ia merupakan ekspresi ruh dan budaya manusia yang mengandung dan
mengungkapkan keindahan. Ia lahir dari sisi terdalam manusia didorong oleh
kecenderungan seniman kepada yang indah, apapun jenis keindahan itu. Dorongan
tersebut merupakan naluri manusia atau fitrah yang dianugerahkan Allah kepada
hamba-hamba-Nya
Agama
Islam memberikan konsep yang jelas akan keberadaan manusia di muka bumi.
keberadaan manusia di muka bumi adalah sebagai khalifah Allah fi al-ardh,
atau sebagai wakil Allah di muka bumi. Oleh karena itu, jika Allah swt.
merupakan Sang Pencipta seluruh jagad raya seisinya ini, maka sebagai wakil
Allah di muka bumi, kita wajib untuk ‘memelihara’, ‘melestarikan’, serta
‘membudayakan’ semua ciptaanAllahtersebut.
Dalam
QS. Al-‘alaq (96): 1-5, kita dapat membaca secara tegs bahwa manusia diharuskan
iqra’ atau bacalah!. Iqra’ yang tertulis dalam ayat 1 maupun
ayat 3 surah tersebut haruslah diartikan dengan lebih luas lagi, yaitu membaca,
melihat, observasi, atau meneliti. Dengan demikian, ayat 1 sampai dengan 5
surat Al-‘Alaq di atas adalah perintah kepada semua umat manusia khususnya umat
Islam, untuk mencari ilmu pengetahuan.
Setiap
manusia diberikan hidayah dari Allah SWT berupa “alat” untuk mencapai dan
membuka kebenaran. Hidayah tersebut adalah :
a. indera, untuk menangkap kebenaran fisik,
b. naluri, untuk mempertahankan hidup dan kelangsungan
hidup manusia secara pribadi maupun sosial
c. pikiran dan atau kemampuan rasional
yang mampu mengembangkan kemampuan tiga jenis pengetahuan akali (pengetahuan
biasa, ilmiah dan filsafi). Akal juga merupakan penghantar untuk menuju
kebenaran tertinggi
d. imajinasi, daya khayal yang mampu
menghasilkan kreativitas dan menyempurnakan pengetahuannya
e. hati nurani, suatu kemampuan manusia untuk
dapat menangkap kebenaran tingkah laku manusia sebagai makhluk yang harus
bermoral.
Pandangan
Islam tentang seni. Seni merupakan ekspresi keindahan. Dan keindahan menjadi
salah satu sifat yang dilekatkan Allah pada penciptaan jagat raya ini. Allah
melalui kalamnya di Al-Qur’an mengajak manusia memandang seluruh jagat raya
dengan segala keserasian dan keindahannya. .” Nabi
bersabda,” Sesungguhnya Allah Maha Indah, menyukai keindahan.(H.R
Muslim). Islam sebenarnya menghidupkan rasa keindahan (estetika) dan
mendukung kesenian, namun dengan syarat-syarat tertentu, yakni jika kesenian
itu membawa perbaikan dan tidak merusak, membangun dan tidak menghancurkan.
Dewasa ini,
perkembangan IPTEKS telah berkembang dengan sangat pesat dan telah berdampak ke
berbagai bidang kehidupan manusia termasuk juga bidang kesehatan. Perkembangan
teknologi tersebut dapat dilihat dari banyaknya perubahan sistem yang digunakan
di rumah sakit dari zaman dahulu hingga saat ini. Zaman dahulu sistem yang
digunakan dalam bidang kesehatan lebih bersifat manual sedangkan pada saat ini
perubahan di dalam bidang kesehatan lewat perpaduannya dengan teknologi telah
menciptakan berbagai macam teknik pengobatan terbaru yang dulu tidak pernah
terpikirkan sebelumnya. perubahan begitu pesat yaitu dalam hal penggunaan rekam
medis. Rekam medis dengan berbasis komputer akan menghimpun berbagai data
klinis pasien secara lengkap.
Kemajuan
teknologi lainnya yaitu adanya resep elektronik. Jika pada zaman dahulu,
penulisan resep secara manual yang lebih memungkinkan adanya keselahan. Pada
saat ini, resep elektronik ini diharapkan dapat mengurangi kesalahan pembacaan
oleh pihak lain yang mengolah resep tersebut menjadi obat yang diberikan kepada
pasien. untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang biasanya terjadi dalam
peresepan obat misalnya interaksi obat, cara pemakaian yang salah, atau
pencegahan reaksi alergi akibat obat. Selain itu, adanya alat-alat canggih
dalam bidang kesehatan yang berfungsi untuk menunjang dalam penanganan pasien
seperti mesin USG yang dapat mendeteksi penyakit sejak dini, cangkok jantung,
cangkok ginjal dan perkembangan tekonologi lainnya. Teknologi yang semakin
berkembang tersebut menuntut realisasi yang berdampak positif terhadap
kehidupan manusia khususnya di bidang kesehatan.
Selain
memiliki dampak positif, kemajuan teknologi dalam bidang kesehatan juga
memiliki dampak negatif. Pengunaan rekam medik secara elektronik berdampak
negatif juga berdampak pada pemberian pelayanan kesehatan yang diberikan.
Kemudahan yang ada dapat menyebabkan kurangnya dan menurunnya efektifitas kerja
dari tenaga kesehatan. Pada awalnya tenaga kesehatan melakukan semuanya dengan
cara manual dan saat ini telah digantikan oleh kecanggihan teknologi.
Sedangkan
dampak negatif dari penggunaan resep obat secara elektronik yaitu jika Dokter
memberikan lebih dari satu jenis obat. Pada saat pasien mengkonsumsi sejumlah
obat secara besamaan, maka akan terjadi interaksi antara obat yang satu dengan
lainnya dan pastinya bertujuan untuk menyembuhkan. Akan tetapi, ada kemungkinan
justru merugikan dan menimbulkan efek samping. Pemberian resep obat lebih dari
satu dapat menyebabkan ketiadaan manfaat atau kelebihan dosis yang berdampak
buruk. Contohnya pengunaan captopril dan alopurinol secara bersamaan dapat
menyebabkan terjadinya Steven Johnson Syndom (pengelupasan lapisan kulit).
Semakin
berkembangnya teknologi di bidang kesehatan juga terdapat pengaruh terhadap
derajat kesehatan masyarakat. Derajat kesehatan masyarakat semakin terkontrol,
dicegah bahkan dapat diatasi. Dalam menyikapi begitu pesatnya perkembangan
teknologi di bidang kesehatan seorang perawat juga dituntut untuk ikut serta
berperan aktif dalam penggunaan serta kemajuan teknologi di bidang kesehatan.
Selain itu, dalam kinerja yang baik dari seorang perawat juga merupakan hal
penting karena hal tersebut akan berpengaruh pada pelayanan kesehatan yang akan
diberikan pada pasien.
Selain itu, perawat juga berperan sebagai
kolaborator yaitu bekerjasama dengan tim kesehatan lain dan keluarga pasien
dalam pelaksanaan asuhan keperawatan guna memenuhi kebutuhan pasien seperti
bekerja melalui tim kesehatan lain yang terdiri dari dokter, ahli gizi,
farmasi, dan lain-lain.
Good job sobat
BalasHapusMantul mb
BalasHapusNice kak. Sangat bermanfaat. Lanjutkan! :)
BalasHapusGood๐
BalasHapusGood elvi.lanjutkan๐
BalasHapusSiip,semoga bermanfaat
BalasHapusSangat menginspirasi ๐
BalasHapusLanjutkan beb
BalasHapusSangat bermanfaat :)
BalasHapusMantep atuh
BalasHapusgood :)
BalasHapusGood job
BalasHapusGood job teman
BalasHapusLanjutkan
Makasihh Teman" Komentnya....๐☺
BalasHapusMakasihh Teman" Komentnya....๐☺
BalasHapusSemogga sukses aamiin
BalasHapusSemogga sukses
BalasHapusGood
BalasHapus